Tuesday, April 20, 2010

She Is What I Made To Leave

Bermula dalam sebuah tawa... meledak riuh penuh canda yang membahana, ketika sebuah perkenalan menjadikannya awal perjalanan ini. Entah kapan aku mengenalnya yang jelas di tahun itu itu saja, sama seperti tahun tahun sebelumnya dan sesudahnya.

Wajahnya liar , tawanya nakal , bahkan teriakannya benar2 memekakan telinga pria. tidak ada yang special dalam dirinya, bahkan menatapnya pun tidak, dia hanyalah seperti kebanyakan gadis di surabaya yang menjadi bahan tertawaan setiap harinya.
Astaga aku baru ingat, dulu kami semua sering menghinanya, physicly tentunya karena memang.... (bahkan sampe sekarang masih membuat kami tertawa). hahahaha begitulah kira2 tentang dirinya.

Lembaran kisah kami terus bergulir, kedekatan kami bukan lagi sebuah retorika pertemanan yang banyak dilihat orang, kami sering menghabiskan waktu bersama , berdua , bahagia dan tertawa. Perlahan aku membentuknya menjadi wanita yang pria inginkan, atau lebih tepatnya "aku" inginkan.

Sikapnya, cara berbicaranya, bahkan caranya tertawa. Aku benar ingin merubahnya menjadi gadis yang sempurna, menjadi gadis yang setiap dipandang selalu menjatuhkan martabat para pria. gadis yang merajut setiap hati pria dan merobek2 nya perlahan, Gadis yang selalu pria idamkan untuk menemani kesepiannya.

Tak terasa dia tlah berbeda, pernah suatu ketika aku berjalan dengannya, hampir setiap orang yang menyapa kami bertanya "apakah kalian sepasang kekasih? kalian begitu serasi" hahahahaha, pertanyaan itu selalu berakhir sebuah jawaban "ah bisa aja, kami bukan sepasang kekasih yang berpacaran. hubungan kami biasa saja".

Benar2 membanggakan membawanya berjalan disampingku, memamerkan apa yang telah ku perbuat padanya. Mulai banyak lelaki yang meliriknya, mencoba merayunya, meraung2 dalam binarnya mata serigala.

hmmmm dia akhirnya membuka diri, hingga seorang pria mengajaknya berkenalan, mencoba masuk kehatinya, terpikat dan tergila2 dalam senyuman gadisku. Tanpa membuang kesempatan gadisku mulai menebarkan pesonanya, menebarkan wangi mawar.

Seiring waktu berjalan, perlahan hubungan mereka semakin intim, gadisku menceritakan kedekatan mereka dengan antusias, bersemangat dan penuh cinta. Benar- benar sesuatu yang membanggakan pikirku, aku tertawa, aku meloncat2 kegirangan , aku berteriak "aku berhasil...", aku terlarut dalam kegirangan aku memeluknya dengan erat, hingga setetes air mata mengagetkanku.

Air yang Jatuh perlahan dari mataku yang berkaca, entah karena bangga atau hati ku tlah teriris. Selama ini aku larut, aku tak sadar telah mengaguminya. ternyata aku mencintainya, aku menginginkannya dan terlalu sombong untuk mengatakannya. Tanpa kusadari, aku telah membentuknya untuk meninggalkanku, tanpa kusadari aku telah membuatnya pergi, tanpa kusadari aku telah mempersiapkan perpisahan ini...

Created by   : Mas "Faruq Sang Pemimpin"

Artikel Terkait



0 komentar:

:10 :11 :12 :13
:14 :15 :16 :17
:18 :19 :20 :21
:22 :23 :24 :25
:26 :27 :28 :29
:30 :31 :32 :33
:34 :35 :36 :37
:38 :39 :40 :41
:42 :43 :44 :45

Post a Comment

Followers