Friday, January 22, 2010

Bulanku di awal tahun

 Sama seperti bertahun-tahun yang tlah ku alami. Gerimis selalu datang di bulan ini, dingin selalu menyebarkan sejuk diantara rumput yang basah karena matahari datang. Semuanya seakan menidurkan kesadaranku , menghibernasi seluruh pemikiranku atas jawaban2 kehidupan yang hingga saat ini tak kunjung kutemukan.

Tapi malam ini kehidupan tampil berbeda bagiku, indahnya bintang di usik oleh amarah angin yang lelah di hantui oleh hujan. Seakan berat langkahnya menampar bumi dan meludahkan air yang kita sebut kehidupan. Gemuruh itu seketika membangkitkan ku dari lamunan bodoh atas keindahan, bener2 membuatku terhenyak dan kembali berfikir… apakah memang harus seperti itu???

Apakah memang keindahan itu hanyalah gemerlap yang sinar bawa di belakang kesilauan, memerihkan mata, menyengat kulit… tapi kita tetap menikmatinya. Hingga tanpa sadar gemuruh telah datang, kegelapan menyelimuti semuanya, membiarkan kita semua berjalan tanpa arah, tanpa tujuan dan tetap menutup mata.

Aku hanya segelintir kecil dari kehidupan, banyak yang tak kumengerti tentang gelap, banyak yang tak kupahami dibalik cahaya. Bahkan ketika umurku semakin tua aku tak menemukan jawaban kenapa harus ada terang dan kenapa harus ada gelap. Kenapa harus ada embun dipagi hari? kenapa malam mau menggantikan siang ? kenapa Kenapa aku harus mati suatu saat nanti, dan kenapa harus ada kehidupan yang tumbuh di setiap kematian.

Biarkan aku mendekatimu gelap… agar aku tau bagaimana mengarungi kehidupan setelah aku nanti menutup mata, biarkan aku menjamah mu terang… agar aku tau bagaimana memantulkanmu.
Jantungku mulai melemah… dia tak lagi mampu menuruti semua ambisi dan keinginanku, dia tak lagi mampu mengalirkan darahku dengan sempurna hingga rasan
ya hati dan pikiranku smakin kering, seakan dahagaku akan arti nafas semakin menggeliat.

Bagai mayat hidup aku terus berjalan, aku terus mencari, aku terus haus…
Haus akan sebuah jawaban, kenapa nafas berhembus ditubuhku, kenapa darah mengalir tanpa kusuruh, kenapa mataku terus mengucurkan airmata, dan kenapa aku bersuara.
Pencarianku hingga nanti ku menutup mata… dan hingga nanti tak lagi ada nafas, darah dan air mata….

by:faruq sang pemimpin

Artikel Terkait



0 komentar:

:10 :11 :12 :13
:14 :15 :16 :17
:18 :19 :20 :21
:22 :23 :24 :25
:26 :27 :28 :29
:30 :31 :32 :33
:34 :35 :36 :37
:38 :39 :40 :41
:42 :43 :44 :45

Post a Comment

Followers